PANTAI INDRAYANTI

Pantai Indrayanti ini juga banyak yang menjulukinya dengan sebutan Jogja Rasa Bali. Hal ini dikarenakan keelokan pantai pasir  putih di Indrayanti dan setingan pantai yang mirip di Bali. Pantai Indrayanti ini sebenarnya memiliki nama Pulang Syawal yang diambil dari nama desa disana. Nama Indrayanti sendiri dari nama restoran miliki swasta di kawasa pantai itu.

indrayanti

Jika kamu ingin berkunjung kesini, akses jalan juga sudah memadahi dan nyaman, walaupun mungkin masih agak sempit. Lokasi Pantai Indrayanti ini di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul 47Km selatan kota Jogja.

Uniknyya, ketika kamu main kesini bisa menikmati keindahan deretan tempat pantai yang berbeda dengan suasana yang pastinya berbeda,yakni pantai Sundak, dan pantai Somadeng yang tepat disebelah batar dari Pantai Indrayanti.

Untuk masalah fasilitas di Pantai Indrayanti ini bisa dibilang sangatlah lengkap, mulai dari parkir luas, penginapan yang banyak serta faslitas pendukung lainya yang sudah ada disana. Kamu bisa menikmati pantai sambil berteduh di gasebu ataupun payung yang ada dipinggir pantai, hal inilah yang membuat Pantai Indrayanti ini memiliki nuansa Bali.

Hal yang menjadi favorit di pantai Indrayanti ini adalah minum Kelapa Muda sambil menikmati keindahan pantai yang sangat mempesona. Jika memang sudah lapar, kamu juga bisa makan di pinggir pantai dengan berbagai pilihan menu khas laut disana.

Namun ada yang harus diperhatikan, yakni tentang mandi di pantai, karena ombaknya yang kadang kurang bersahabat, sebaiknya hati-hati. Hal ini dikarenakan pantai Indrayanti ini adalah langsung berbatasan dengan laut, dan anda pastinya juga tau ombak khas pantai selatan yang besar.

Baca Juga  5 Hal Baru Yang Membuat NgayogJazz 2016 Tidak Boleh Dilewatkan

Tidak hanya pantainya saja, ketika kamu sedang menuju pantai ini sudah akan disuguhkan keindahan alam pedesaan khas dari Gunung Kidul.

Nah jika ke Jogja, Pantai Indrayanti ini bisa jadi pilihan, selain tempat yang sudah memadahi, akses jalan juga mudah.

Advertisements

GOA PINDUL WISATA PETUALANGAN

Goa Pindul merupakan salah satu goa di Gunungkdiul yang terletak di desa Bejiharjo kecamatan Karangmojo kabupaten Gunungkidul .Dari ibukota kabupaten Gunungkidul Wonosari berjarak sekitar 7 km atau 46 km dari Yogyakata.

Bila kita dari arah Yogyakarta maka sampai di simpang lima Siyonoharjo ( kuranglebih km 36 dari arah Yogya ) kita belok ke kiri melewati jalan ringroad utara- perempatan bangjo Budegan terus ekmudian belok ke kiri menuju Bejiharjo Karang mojo.

Sebelum masuk ke lokasi goa Pindul kita akan melewati area persawahan dan hutan Gelaran yang sering dipakai untuk area perkemahan.Dari area perkemahan hutan Gelaran kita belok ke kanan menuju lokasi Goa Pindul melewati jalan batu putih .

Goa Pindul merupakan Goa mendatar atau Horisontal sepanjang kurang lebih 325 meter dan di bawahnya mengalir sungai yang jernih airnya di musim kemarau.Bila kita memasuki goa makan kita bisa melihat keindahan setalaktit dan stalakmit di dalam goa sambil menyususri sungai di dalam goa.Penyusuran dari ujung ke ujung sambil menikmati keindahan stalaktik dan stalaknit akan memakan waktu sekitar lima puluh menit sampai satu jam.

Pengelola goa Pindul yang sekaligus Pengelola Desa Wisata Bejiharjo menyediakan peralatan pengaman masuk goa,pemandu witasa serta sajian kuliner baik Bakso maupun the Rosella dengan harga tiket Rp. 30.000 / orang ( tahun 2011).Saat ini (tahun 2011) dikelola oleh mas Subagyo dengan nomor HP 081 227 923 007.Bagi para pengunjung yang akan menikmati keindahan goa Pindul silahkan menghubungi mas Subagyo terlebih dahulu agar disediakan peralatan dan servis yang maksimal sehinggga kita dapat menikmati Goa Pindul ciptaan Allah SWT dengan sebaik-baiknya.

Setelah menikmati goa Pindul kita dapat menuju hutan Gelaran sambil menikmati sumber aiar dan sungai dibawahnya serta area persawahan dan kolam tempat memancing yang disewakan untuk umum.

Silahkan nikmati Wisata Petualangan di Goa Pindul dan hutan Gelaran di Bejiharjo Karangmojo Gunungkidul Yogyakarta.

Asyiknya Cave Goa Pindul

11
Yap, bulan Desember mungkin merupakan bulan menggembirakan bagi sebagian pelajar dan pegawai di Indonesia. Pada bulan inilah waktunya liburan sekolah yang bebarengan dengan libur akhir tahun dan cuti bersama yang telah dijadwalkan pemerintah. Wih, nyaris semua tempat wisata pun penuh. Jalanan pun menjadi serba macet. Semua orang nampak berlomba-lomba untuk menghilangkan kepenatan dari rutinitas yang menjemukkan dengan berpergian ke luar kota. Mungkin ini yang dinamakan peak season bagi kalangan travelpreneur dan pengelola tempat wisata. To be honest, saya sendiri sebenarnya tidak begitu suka bepergian di waktu-waktu liburan seperti ini. Saya bukanlah tipe orang yang menyukai keramaian. Tapi yah kalau tiba-tiba dapat tawaran untuk bepergian dengan tambahan semuanya telah diatur, saya terima beres dan yang terpenting…perjalanan kali ini dibayarin alias GRATIS…tis…tis, ah makhluk bernyawa mana yang sanggup untuk menolak? Apalagi tujuan wisata kali ini adalah ke tempat yang menjadi salah satu idaman saya bahkan masuk ke bucket list. Psst, akhirnya nih saya berhasil mencicipin ber-cavetubing di Goa Pindul! Hooraayy! Tuhan memang baik, saya tak pernah menyangka salah satu poin dalam bucket list kembali tercoret dalam waktu yang cukup singkat. Alhamdulillah ya. *sujud syukur*
Kabar dan tawaran bagus tersebut saya terima dari Papa pada waktu kami tengah makan malam. Katanya si Papa diajakin salah seorang tetangga saya untuk liburan ke Goa Pindul. Hah? Serius? Saya langsung mengiyakan saja tanpa berpikir berulang kali. Sebenarnya, saya sudah merencanakan untuk pergi ke Goa Pindul dalam resolusi traveling 2013 tapi ketika ada tawaran menggiurkan semacam ini langsung saja disikat. Lebih cepat lebih baik. Tentu saja, yang gratisan juga lebih baik apalagi bagi traveler seperti saya yang buat jalan-jalan saja harus mati-matian menyisihkan sebagian uang saku dan hasil kerja kontrak paruh waktu. Rencananya semula sih si Papa hanya mengajak saya saja tapi di hari H nya, ternyata si Papa juga mengajak mama dan kakak-adik saya. Berlima ditambah 12 tetangga saya yang lain kamipun berangkat ke Goa Pindul pada 25 Desember 2012 yang lalu. Asik, the more the merrier. Inilah pertama kali saya jalan-jalan bersama 17 orang sekaligus! Rekor! Sayapun kemudian tinggal duduk manis di mobil ELF yang telah dicarter yang akan membawa kami ke Gunung Kidul. Perjalananpun dimulai.
Rute yang kami lewati adalah Salatiga- Boyolali- Cawas Klaten- Ngawen Gunung Kidul- Karangmojo-Bejiharjo. Perjalanan tersebut kami tempuh selama kurang lebih 3 jam dari Kota Salatiga. Begitu sampai di daerah Ngawen saya agak khawatir, gerimis tiba-tiba datang mengguyur. Duh, masa iya harus cave tubing di tengah hujan? Namun syukurlah, hujan hanya bersifat lokal. Begitu sampai di daerah Karangmojo hujan telah berhenti. Sayapun tenang dan kembali menikmati perjalanan sambil sesekali terlompat dari kursi karena mobil melewati beberapa gundukan di jalan. Yah, meskipun jalanan daerah Gunung Kidul telah beraspal dengan baik akan tetapi nampaknya masih sulit untuk menyembunyikan gundukan-gundukan sebagai akibat kontur tanah pegunungan kapur yang tidak rata. Naik mobil pun berasa seperti tengah naik kapal yang melawan ombak. Setelah beristirahat sejenak sembari menunggu jemputan dari seorang guide di SPBU Karangmojo, kamipun kembali meneruskan perjalanan ke Goa Pindul. FYI, bagi para traveler yang hendak ke Goa Pindul di sepanjang jalan Karangmojo menuju Desa Bejiharjo banyak terdapat ojek gratis sekaligus guide menuju Goa Pindul. Beneran gratis kok dan Insya Allah aman. Mereka adalah warga sekitar yang diberdayakan oleh pengelola Goa Pindul untuk menjadi penunjuk jalan bagi para pelancong yang baru pertama kali menginjakkan kaki di daerah Gunung Kidul. Bayaran yang mereka dapatkan ya dari pengelola Goa Pindul sebagai imbalan atas kerja keras mereka. Silahkan saja pilih di antara puluhan tukang ojek gratisan yang sekiranya sesuai dengan hati nurani kalian. Jangan khawatir heheheh. *kaya milih apaan ya*
Obyek wisata Goa Pindul ternyata sama saja kondisinya dengan obyek wisata lain ketika puncak waktu liburan datang. Ramai oleh pengunjung meskipun saya yakin tidak seramai obyek-obyek wisata lainnya. Tiket seharga Rp 30.000 per orang pun dibayar (well, oleh Papa dan Tetangga saya sih hihih) dan dari 17 orang yang berangkat hanya 12 orang memberanikan diri untuk cave tubing. Mama dan adik saya plus tiga tetangga lain memilih untuk berjaga di tempat tunggu sekalian cuci mata di sekitarnya. Kami pun menunggu giliran kami dipanggil sembari minum wedang jahe dan hiburan musik dangdut gratisan yang disediakan oleh pengelola. Tak berapa lama, nama ketua rombongan kami pun dipanggil. Kami bergegas menuju tempat pemilihan jaket pelampung dan memilih ban yang akan kami naiki nantinya. Dua pemandu menemani penulusuran kami kali ini. Salah satunya bernama Pak Thahir, sedangkan satunya lupa. Kedua pemandu ini bertugas di depan dan belakang rombongan. Pemandu yang depan bertugas menjelaskan segala hal terkait Goa Pindul sedangkan yang belakang merupakan pemandu dengan tugas paling berat. Si Pemandu belakang bertugas mengatur rombongan agar tidak tercerai berai dan terkadang membantu mendokumentasikan gambar dari kamera yang dibawa oleh anggota rombongan. Hebatnya dari Wirawisata Goa Pindul, seluruh aspek pengelolaannya dilakukan sendiri loh oleh masyarakat Desa Bejiharjo. Jadi dari para pemandu, tukang parkir, hingga penyedia makanan ya berasal dari masyarakat lokal. Salut nih.
Goa Pindul sendiri merupakan goa kapur alami yang dibawahnya mengalir sungai bawah tanah. Aliran air sungai bawah tanah ini cukup tenang bahkan saat kami datang terlihat kondisinya banjir tapi aliran air masih tenang. Goa Pindul memiliki panjang sebesar 350 meter dan terbagi atas tiga zona yakni zona terang, remang-remang serta gelap abadi.  Zona pertama yang kami temui setelah memasuki Goa Pindul adalah Zona Terang. Di zona ini cahaya dari luar masih bisa masuk ke dalam goa sehingga pemandangan bebatuan goa yang penuh lekukan alami bisa kita lihat dengan jelas. Semakin ke dalam cahaya yang masuk semakin terbatas, zona yang kami lewati selanjutnya adalah zona remang-remang. Di zona ini terdapat dua stalaktit besar yang seolah-olah menjadi pintu gerbang selamat datang bagi para pengunjung. Selain itu, di zona remang-remang juga terdapat stalaktit putri dimana konon bagi setiap wanita yang kejatuhan tetesan air dari stalaktit muda tersebut maka niscaya akan bertambah kecantikannya dan akan awet muda. Bagi para pria, juga terdapat stalakmit yang disebut dengan “Batu Perkasa” karena konon bagi pria yang berhasil memegang batu tersebut maka keperkasaannya akan bertambah. Heheh saya cuma bisa tertawa melihat Papa saya dan para tetangga berebutan memegang batu perkasa. Eh hati-hati, zona ini sekaligus merupakan rumah bagi para kelelawar buah jadi selalu waspada biar tidak kejatuhan kotoran para kelelawar tersebut. Zona terakhir yang kami lewati adalah zona gelap abadi. Sesuai namanya di zona ini gelap banget, agak ngeri-ngeri sedap ketika melewatinya. Beberapa kali kepala saya nyaris membentur stalakmit yang tidak begitu kelihatan. Saya juga agak parno kalo tiba-tiba ketemu ular. Syukurlah tidak terjadi hal-hal yang mengerikan. Di dalam zona ini terdapat beberapa pilar stalaktit yang kalau dipukul akan terdengar suara gamelan. Pemandu yang paling belakang pun mempraktekan dengan memukul salah satu pilar paling ujung dan terdengarlah suara mirip suara gong. Keren mirip banget sama yang ada di Goa Tabuhan, Pacitan!
Oh ya, dua pemandu kami ternyata selain kuat juga jago ngebanyol. Beberapa gurauan dilontarkan oleh Pak Thahir dan kawannya ketika kami menjelajahi goa itu. Kamipun bisa tertawa lepas mendengar lelucon mereka, lelucon paling epic menurut saya adalah ketika Pak Thohir menjelaskan tentang batu perkasa dan para bapak-bapak dalam rombongan kami langsung berebutan memegang. Eh dengan entengnya Pak Thohir meneruskan ceritanya, “batu perkasa memang konon akan membuat para pria bertambah keperkasaan dan kejantanannya bagi yang berhasil memegang …tiga jam tanpa dilepas”-selorohnya tanpa dosa. Huahahahahah tawa pun terdengar dari mulut kami semua. Kena deh! :p

Wisata goa pindul

Wisata alam terbaru digunungkidul

Setelah menempuh 1,5 jam perjalanan dari pusat kota Jogja, Selasa (25/12) kemarin aku dan temen-temen akhirnya sampai juga di Desa Bejiharjo, lokasi wisata. Nggak usah khawatir buat yang belum pernah ke sana, karena di sepanjang jalan menuju lokasi ada banyak orang yang menawarkan jasa antar, gratis!

Sampai di TKP, ada tiga pilihan wisata, yaitu cave tubing Goa Pindul, body rafting Sungai Oyo, trus satu lagi kalo nggak salah caving Goa Sie Oyot. Aku sama temen-temen milih nyoba dua aja, yaitu cave tubing Goa Pindul seharga Rp 30 ribu dan body rafting Sungai Oyo Rp 40 ribu. Dengan harga segitu kita udah dapet fasilitas berupa jaket pelampung, sepatu, ban, pemandu, dan wedang jahe.

Cave Tubing Goa Pindul
7
Setelah memakai semua perlengkapan, kita bisa langsung melempar ban ke sungai trus nangkring di atasnya. Ada pemandu yang bakal narik ban kita menyusuri sepanjang Goa Pindul, jadi santai aja buat yang nggak bisa renang. All you have to do is just duduk manis di atas ban dan dengerin guide-nya ngomong.
Goa Pindul panjangnya sekitar 350 meter, ada zona terang, remang, dan gelap abadi. Sepanjang menyusuri goa, pemandu nunjukin banyak hal kayak stalaktit, stalakmit, kelelawar, batu perkasa, tetesan air yang bisa bikin cewek awet muda, dan masih banyak lagi.
Begitu keluar goa, sebelum meninggalkan lokasi sih sebenernya kita bisa loncat dari tebing ke sungai. Tapi kata guide-nya, hari itu lagi rame dan habis hujan, jadi kita nggak boleh loncat. Jadi yaa, kesannya cuma gitu doang. Duduk, ngeliat, dengerin, udah.

wisata ke goa pindul

Bagi temen2 yang sedang belibur di Jogja, jangan lupa untuk datang ke Wirawisata Goa Pindul. Terletak di Gelaran II, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, DIY. Cuman 2 jam naik motor dari pusat kota Jogja :). Setelah sampai di daerah Bejiharjo, kalian bisa bertanya pada penduduk setempat. Nanti akan ada tukang ojek yang langsung mengantar Anda ke TKP. Biaya tukang ojeknya gratis loh sob. Karena pihak pengelola yang akan membayar ongkosnya, sebagai tanda ucapan terima kasih telah mengantarkan wisatawan. Tukang ojeknya ngebut sob. Jadi kita harus ikutan ngebut biar ga ketinggalan. Motor gw aja hingga kecepatan 100 KM/Jam. Jalanan menuju tempat wisata ini berbatu2 dan berbelok2, belum di aspal. Tapi dah banyak sponsor iklan ditempat ini dan akan ada spanduk besar bertuliskan “Sugeng Rawuh Wirawisata Goa Pindul”.

Setelah pakir kendaraan, kalian bisa langsung menuju Loket Pendaftaran untuk memilih jenis wisata apa yang diinginkan. Jenis2 wisatanya ada:
1. Penyusuran Goa Pindul
2. Rafting Kali Oyo
3. Goa Sie Oyot
4. Outbound

Paket bisa dipilih bersamaan loh. Gw pesen Paket 1 & 2 dengan tarif Rp 75 ribu/orang. Untuk ganti baju, wisata ini menyiapkan kamar mandi di rumah2 penduduk. Kamar mandinya bersih sob, bayar 1 ribu buat pipis atau ganti baju dan 2 ribu untuk mandi. Saran gw, kalian pake pakian renang, karena bakal basah2an :). Barang2 bisa dititipin ditempat penitipan barang yang dikelola penduduk setempat. Aman kog, barang gw ga ada yang ilang dan sebaiknya benda2 berharga juga dititipin di situ. Kalian juga bisa minta plastik di tempat itu (buat ngelindungin kamera).

Pintu masuk Goa

Setelah siap semua, kita tinggal memilih sepatu dan pelampung yang disediakan pihak penyelenggara. Kalo jumlah kalian sedikit, bakal digabung dengan rombongan lain. Setelah penjelasan singkat dan berdoa bersama pemandu, rombongan langsung berangkat menuju Goa Pindul.

Untuk menyusuri Goa Pindul, kita naik di ban ukuran besar yang ditarik oleh pemandunya. Dan sekarang, selamat bersantai di atas ban, sambil main air, dan menikmati Goa Stalaktit yang WOW!
Ditengah jalan, rombongan boleh berhenti sejenak untuk berenang atau foto2. Pemandunya juga bisa bantuin fotoin kita loh 🙂 Perjalanan kira2 menghabiskan waktu 40 menit hingga keluar Goa Pindul. Konon katanya, setelah ditemukan tempat ini, masyarakat sekitar meminta para mahasiswa UGM untuk memeriksa kelayakan tempat ini untuk dijadikan tempat wisata. Hebatnya, tempat ini dikelola sendiri oleh warga sekitar dan pemuda asli Bejiharjo loh. Dapat bantuan dana juga dari pemerintah DIY dan sponsor iklan plus acara2 TV. Salut buar masyarakat Bejiharjo… mandiri dan sukses selalu yah 🙂
pintu keluar